20 Tempat Wisata Sejarah Di Mojokerto Yang Menakjubkan

Image result for wisata mojokerto

Yuhu, siapa yang belum kenal Mojokerto? Padahal, wilayah dengan kota paling kecil di Indonesia ini menyimpan banyak wisata sejarah yang menakjubkan. Sebab, Mojokerto diyakini sebagai wilayah pusat kerajaan Majapahit yang terkenal itu. Nah, sebelum menyusun rencana perjalanan ke Mojokerto, sebaiknya simak ulasan mengenai 20 tempat wisata sejarah di Mojokerto yang menakjubkan berikut ini.

  1. Candi Wringin Lawang

Sesuai namanya, Wringin Lawang, yang arti harfiah adalah pintu pohon beringin. Candi ini merupakan pintu masuk ke pusat kerajaan Majapahit. Letaknya di desa Jatipasar, Trowulan. Bentuknya yang sederhana, seperti gapura dengan susunan khas arsitektur Majapahit, membuat candi ini menjadi lokasi seru untuk memulai pertualangan di kompleks cagar budaya Trowulan.

BACA JUGA: Tempat Wisata Jakarta yang Harus Anda Kunjungi

  1. Candi Bajang Ratu

Candi ini ada di desa Bajang Ratu, Trowulan dan menjadi pintu keluar dari pusat kerajaan Majapahit. Memiliki bentuk layaknya gapura megah dan pemandangan taman di sekitar lokasi, membuat candi ini sangat pas untuk sekedar melepas penat sekaligus belajar sejarah.

 

  1. Candi Tikus

Menilik bentuknya yang khas petirtaan, candi tikus ini merupakan tempat mandi para puteri kerajaan. Ditandani dengan adanya undakan ke bawah tanah yang berbentuk kolam dengan pancuran-pancuran kepala arca. Sangat cantik dan indah. Mengingat teknologi zaman dulu yang bisa menghasilkan karya semenakjubkan ini.

BACA JUGA: Berwisata ke Lombok

  1. Candi Kedaton dan Sumur Upas

Candi Kedaton ini ada di desa Kedaton, Trowulan. Menurut sejarahnya, candi ini merupakan reruntuhan perumahan zaman dulu. Ditandai dengan adanya gerabah-gerabah perlatan rumah tangga. Seperti, gentong untuk menampung air dan juga tungku. Selain itu, ada pola seperti rumah, yang ditandai dengan sekat-sekat pondasi untuk memisahkan kamar mandi, ruang utama dan yang lainnya.

 

Di sini, ada sumur upas. Meksipun dinamakan sumur, tidak ada air di sini dan konon katanya, sumur upas ini terowongan panjang yang menghubungkan dalam kerajaan dengan laur kerajaan.

 

  1. Makam Puteri Campa

Terletak di desa Unggahan, Trowulan. Makam ini layak dikunjungi untuk membuktikan bahwa pada masanya, Majapahit memiliki pengaruh hingga ke Cina. Sebab, asal dari puteri Campa ini adalah negara Cina. Puteri Campa ini merupakan istri dari Raja Brawijaya V dan meninggal pada tahun 1390 saka, seperti yang tertulis di batu nisannya.

 

  1. Makam Panjang

Memiliki panjang 5 meter dan lebar dua meter di Desa Unggahan, Trowulan, membuat makam ini menarik perhatian pengunjung. Sebab, hingga saat ini belum ada bukti referensi nyata yang menunjukkan isi dari makam. Ada yang bilang ini hanya petilasan, namun ada yang bilang ini adalah makam pusaka raja Majapahit. Menariknya lagi, di dekat makam panjang ini ada sumber air tawar yang tidak pernah kering dan dipercaya menjadikan penggunanya awet muda serta sehat.

 

  1. Candi Minak Jinggo

Masih di desa Unggahan, Trowulan. Ada candi dengan nama Minak Jinggo. Memiliki keunikan karena struktur bangunan yang tidak lazim. Di bagian depan candi akan disambut dengan relief sapi dan juga kepala naga yang sangat garang. Selain itu, di dalam candi terdapat bongkahan batu adhesit yang bertumpuk dengan batu bata. Konon, ini merupakan tempat pemujaan raja-raja zaman dahulu.

 

  1. Candi Brahu

Namanya berasal dari Prasasti Alasantan yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dipercaya sebagai tempat krematorium namun ada juga yang mengatakan sebagai tempat pemujaan. Uniknya, candi ini memiliki usia jauh lebih tua dari pada candi-candi lain yang ada di dekatnya. Candi ini berada di desa Jambu Mente, Trowulan. Ketika penggalian dilakukan, disekitar tempat wisata sejarah ini, ada banyak benda berharga yang biasanya menjadi pelangkap ritual suci.

 

  1. Candi Gentong

Letaknya tidak jauh dari candi Brahu.  Menyuguhkan pemandangan puing-puing eksotis yang kaya nilai sejarah. Menurut peneliti, candi Gentong ini merupakan stupa raksasa. Sekompleks dengan candi Gedong dan candi Tengah.

 

  1. Situs Siti Inggil

Situs yang berada di desa Bejijong Trowulan ini, berupa kompleks pemakaman dan petilasan Raden Wijaya serta ajudannya. Uniknya, di sini pengunjung bisa menjumpai pusat pemujaan yang menghadap ke barat, secara asli. Selain itu, di sini ada sumur dangkal yang airnya tidak pernah kering. Dalamnya tidak sampai satu meter dan dasarnya berupa batu besar. Seolah-olah, air keluar dari batu itu.

 

  1. Candi Jedong

Candi yang berada di desa Jedong, Ngoro ini merupakan situs yang keren. Dalam kompleks situs ini, ada dua buah candi, yaitu Candi Jedong I dan Candi Jedong II. Bentuknya seperti gapura dan juga memiliki pagar besar yang tinggi di sekitarnya. Menurut prasasti dan relief yang terpahat dari candi ini, bangunan ini merupakan pintu gerbang sebelum masuk ke desa Pardikan, atau desa istimewa yang tidak kena pajak pada zaman kerajaan Majapahit.

 

  1. Candi Cungkup

Candi ini terletak di desa Kesimanten Tengah, Pacet. Diapit hamparan sawah dan juga hijaunya pepohonan, membuat candi ini sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata sejarah. Uniknya lagi, di candi ini ada relief Hanoman, Dewi Sinta, Rahwana dan tokoh pewayangan lainnya.

 

  1. Candi Jolotundo

Candi yang berada di desa Seloliman, Trawas ini sangat menakjubkan dengan pancuran purba yang keluar dari arca-arca di tengah kolam pemandian. Istimewanya, kandungan mineral dan kebaikan air di tempat wisata sejarah ini hampir setara dengan air zam-zam di Makkah. Jadi, tidak heran kalau pengunjung di sini akan berpuas diri menikmati air segar yang berasal dari sumber purba dan mengalir lewat arca-arca purba.

 

  1. Reco Lanang

Berada di pinggir jalan raya Trawas, arca ini ternyata memiliki nilai tersembunyi dan hingga saat ini masih dilakukan berbagai ritual oleh masyarakat di sana. Bayangkan saja, arca setinggi lima meter lebih dan lebar lebih dari satu meter, terlihat anggun sekaligus kuat di tengah hamparan pepohonan sekitar.

 

Berbentuk seperti arca kebanyakan di Candi Borobudur, reco lanang ini juga dekat dengan kompleks Reco Wadon, Reco Dandang dan Reco Sisir yang menurut cerita turun menurun adalah jelaman dari sepasang suami istri.

 

  1. Candi Bangkal

Terletak di desa Candiharjo, Ngoro, keberadaan candi ini mencuri perhatian pengunjung dengan struktur bangunan kokoh yang kontras dengan persawahan di sekitarnya. Meskipun kurang terawat, namun candi ini menyimpan keistimewaan bagi pengunjung. Sebab, candi ini masih alami dan belum tersentuh pemugaran.

 

  1. Kolam Segaran

Kolam purba ini ada di Trowulan dan akan menyambut pengunjung ketika masuk ke kawasan Cagar Budaya Trowulan. Konon, kolam ini pada masanya, menjadi tempat pembuangan peralatan makan setelah jamuan makan kerajaan.

Dibuktikan dengan banyaknya temuan gerabah dan juga peralatan makan emas dari kolam ini. Uniknya, selain menikmati arsitektur kolam purba seluas lebih dari satu hektare ini, pengunjung bisa menikmati airnya yang berkilauan dan tidak pernah habis meskipun kemarau panjang.

 

  1. Musium Trowulan

Musim ini ada di dekat kolam segaran, Trowulan. Seperti kebanyakan musium, di sini akan dijumpai berbagai macam artefak temuan di wilayah sekitar dan juga benda-benda pusaka lainnya. Uniknya lagi, di halaman depan dan samping kanan musium, ada candi yang belum digali sepenuhnya. Hamparan puing-puing alami dan penggalan arsitektur khas Majapahit, menjadikan musium ini berbeda dari musium kebanyakan.

 

  1. Kompleks Pendopo Agung

Di sini, selain bangunan pendopo yang luas, ada juga relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat zaman dulu. Salah satunya adalah relief yang menggambarkan pendirian pancang untuk tali gajah. Jadi, masyarakat zaman dulu pun sudah menggunakan gajah sebagai alat transportasi.

 

Di belakang bangunan pendopo, ada kompleks pemakaman yang diyakini sebagai  kompleks pemakamamn bangsawan Majapahit. Dibuktikan dengan beberapa makam yang bertuliskan para pembesar kerajaan Majapahit. Benar-benar tempat wisata sejarah yang menakjubkan.

 

  1. Situs Klinterejo

Situs dengan luas lebih dari satu hekatare ini sangat alami. Karena belum digali seutuhnya dan belum tersentuh perawatan. Namun, menariknya dari situs ini, selain pengunjung bisa mengamati dari dekat kondisi situs yang terkubur dan beberapa relief yang masih terlihat jelas di bawah timbunan tanah. Menurut kajian, situs ini adalah tempat tinggal Tribuana Tungga Dewi, ratu pemberani yang pertama kali menyetujui Gajah Mada sebagai patih.

 

 

  1. Situs Tegal Sari

Situs ini belum digali seutuhnya, dan masih berupa tumpukan puing-puing yang menyerupai dasar bangunan candi. Ditandai dengan pondasi-pondasi dari batu bata raksasa dan bentuk arsitekturnya menyerupai sebuah bangunan. Uniknya, situs ini ditemukan oleh petani di lahan sawah miliknya yang berada di Puri.

Nah, itu dia 20 tempat wisata sejarah di Mojokerto yang Menakjubkan. Selain itu, di kawasan Mojokerto ada banyak lagi situs-situs sejarah yang belum dieksplorasi secara utuh. Kalau kata orang setempat, saking banyaknya peninggalan sejarah di sana, asal gali tanah di belakang rumah pun, bisa menemukan situs sejarah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *